Bekerja dengan Hati

SEORANG karyawan dalam sebuah perusahaan selayaknya bekerja dengan hati dan benar-benar menemukan passion-nya agar bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Untuk itulah jika pemilik perusahaan selalu menyatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) itu sebagai aset, maka banyak hal yang harus dilakukan agar membuat karyawannya merasa lebih berharga.

Hal inilah yang selalu menjadi prinsip Esti Widsyandari, Direktur PT Deta Sukses Makmur dan PT B&E Powernash terhadap ratusan SDM yang bekerja di perusahaannya. Esti yang memiliki lisensi NLP dari Florida US dan International Coach Federation (ICF) itu menyatakan, dengan upaya perusahaan memberikan dukungan sepenuhnya maka karyawannya pun akan memberikan potensi terbaiknya.

Lulusan Psikologi Unika Soegijapranata dan Fakultas Hukum Undip yang sekarang menekuni dunia training dan coaching untuk executive dan corporate itu berusaha membuat SDM menjadi seorang karyawan yang bertransformasi. Namun hal ini tidak bisa instan dan harus berulang-ulang.

Karakter Karyawan

”Training dan coaching juga berusaha membentuk karakter karyawan supaya nggak transaksional alias ada duit aku kerja nggak ada duit ya gini-gini ajalah,” kata istri dari Ariawan Ardianto serta ibu dari Taffara Rach Ardy dan Defi Lutfika Arsyanda ini.

Trainer kelahiran Semarang 2 September yang berpengalaman sebagai HRD di salah satu hotel dan media massa ini mengaku sebelumnya tidak terlalu suka mengurus karyawan. Namun saat ini dunia itu jadi perhatiannya karena antara kebutuhan perusahaan atas karyawan yang baik belum berbanding lurus dengan yang tersedia.

”Outsourcing sering jadi pertentangan karena suka melanggar aturan. Tapi di perusahaan saya, semua harus terpenuhi termasuk jaminan kesehatan hingga gaji minimal UMK. Prinsipnya tidak mau makan hak orang jadi semuanya dipenuhi untuk kesehjateraan SDM,” paparnya.



Leave a Reply